16 Jan 2009

Warna Persahabatan


Di suatu masa, warna-warna dunia mulai bertengkar. Semua menganggap dirinyalah yang terbaik. Yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai.
HIJAU berkata: "Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."
BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
KUNING cekikikan: "Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya: "Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahankubegitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."
MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak: "Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."
UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu: Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku." Akhirnya...
NILA berbicara lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama: "Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan daku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."
Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya.

Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.
Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:
"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.
Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."

Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia,
dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....
Persahabatan itu bagaikan pelangi:
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.
*memiliki bnyak teman dan sahabat dengan berbagai macam karakter unik di dalamnya, sungguh pengalaman berharga dan berkesan, apalgi klo dgn perbedaan itu kita bisa menempa diri masing2 untuk menjadi yang lebih baik..hidup lebih baik..

Filosofi Cangkir

CANGKIR YANG CANTIK

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk

mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada

sebuah cangkir yang cantik.

"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah

cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud

berbicara; "Terima kasih untuk pujiannya, tapi kalian perlu tahu bahwa

aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku

hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.

Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku

ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku

merasa pusing.

Stop !Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia

mulai mencengkeram dan meninjuku berulang-ulang.

Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa

menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke

dalam perapian.

Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.

Tapi orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai

dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku.

Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita

muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan.

Stop ! Stop! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia

memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke

perapian yang lebih panas dari sebelumnya!

Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak

sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus

membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan

menempatkan aku dekat kaca.

Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya,

karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua

kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat

diriku."

Think about this:

Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita,

tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.

Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya

menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam

berbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan

ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena

Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan

tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa

cantiknya Tuhan membentuk Anda.

Tentang Saya


Perkenalkan......

Nama : RIDHO TISON BUTAR-BUTAR
Usia : 20Tahun
Alamat : Jl. H. Usman Husin Tanjung Balai, Sumatra Utara
Sex : Pria

Saya ini adalah seorang anak dari 4 orang bersaudara dari pasangan Bapak Aberson Butar-Butar dan Ibu Surtianna Simangunsong.

Aku ini adalah asli suku batak.....

Ini dulu ya tentang perkenalan diri Saya...

Salam kasih.....